Sumber Informasi Rekreasi dan Seputar Berita Menarik Lainnya
Belanja Online

Bisnis Jastip dan Suka Dukanya

Di era modern ini sudah banyak cara kreatif untuk melakukan bisnis. Mulai dari jasa penerjemah dokumen, jasa penulis artikel, jasa pembuatan logo, dan juga jasa titip alias jastip. Bisnis jastip menjadi pilihan bisnis yang menarik bagi kalangan millenial terutama yang memiliki hobby belanja. Bermodalkan smartphone yang digunakan untuk mengambil foto dan menguploadnya di sosial media, lalu menunggu pesanan berdatangan dan membelanjakan barang titipan dari para pelanggan. Barang yang biasanya laris dalam bisnis jastip ini adalah fashion item, skincare, make up, aksesoris, buku, dan mainan.

Keuntungan untuk bisnis ini diperoleh dari uang lebihan dari harga asli barang yang biasa disebut dengan fee. Fee dari jastip biasanya dicantumkan sehingga dapat diketahui oleh calon pelanggan. Besarannya beragam biasanya berkisar pada Rp 5.000-Rp 25.000 tergantung jenis barangnya. Dengan segala keuntungan yang menggiurkan bisnis ini juga memiliki beberapa resiko yang mungkin akan dihadapi. Berikut ini adalah beberapa suka dan duka dari bisnis jastip:

1. Melakukan Hobby yang Dibayar

Bagi sebagian orang yang hobby berbelanja bisnis ini sangat cocok untuk dicoba. Rasa senang yang muncul ketika berbelanja tetap dapat dirasakan tanpa mengeluarkan biaya bahkan dibayar dengan fee yang telah disepakati. Karena pada dasarnya yang dibelanjakan adalah titipan pelanggan. Sistem jastip yang ditawarkan berbeda-beda sesuai dengan kesepakatan yang dibuat sebelumnya, bisa membayar dulu barulah barang dibelanjakan atau barang dibelanjakan terlebih dahulu baru pembeli membayar belanjaannya.

2. Sulit Mendapat Pelanggan

Sumber pendapatan utama daari bisnis ini adalah pelanggan. Namun mendapatkan pelanggan tidaklah mudah. Banyaknya bisnis serupa membuat persaingan semakin ketat. Pemilihan marketplace dan sosial media yang digunakan untuk promosi dan memasang foto barang yang ditawarkan sangat penting untuk diperhatikan.

3. Harga Barang yang Naik

Saat pelanggan telah sepakat untuk membeli barang sesuai harga beserta fee yang tercantum, kemudian tiba-tiba harga barang tersebut naik. Sehingga perlu dibuat kesepakatan kembali dengan calon pembeli. Kemungkinan terburuknya adalah pelanggan akan membatalkan pembelian barang yang dititip.

Itu dia bermacam suka dan duka dari bisnis jastip. Semoga bermanfaat, terutama bagi yang akan memulai bisnis ini yang harus diketahui. Dengan demikian bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menekuni bisnis ini.